Pernahkan Anda menggunakan Topeng …?, pada dasarnya setiap hari kita menggunakan topeng, karena kadang-kadang Anda tidak ingin orang lain tau apa persaaan Anda sebenarnya, maka disitulah gunakanya menggunakan "Topeng", topeng adalah alat yang palking efektif untuk menunjukan perasaan dan sikap yang berbeda di luar untuk sekedar menutupi rasa sakit yang ada dibaliknya.
Rasa sakit takut ditolak, rasa sakit orang lain tidak menyukai Anda, takut merasa tidak mampu, atau sekedar takut bahwa tidak ada orang yang peduli akan Anda, atau rasa sakit karena ditinggalkan.
Anak-anak tidak pernah menggunakan Topeng, orang dewasalah yang menggunakan topeng, sehingga lebih mudah berbicara dengan anak-anaka daripada dengan orang dewasa, karena topeng menciptakan jarak emosional, topeng menciptakan hambatan dalam berkomunikasi.
Banyak jenis topeng, misalnya topeng "lucu", dimana apabila ada seseorang yang mulai dekat secara emosional dengan Anda, maka topeng lucunya mulai timbul, ada topeng "saya kuat", topeng yang menunjukan kepada dunia bahwa orang tersebut kuat walaupun di balik topeng itu ada sejumlah kebingungan, ketidak berdayaan, kesulitan dan keragu-raguan, begitu juga ada topeng "kemarahan" dimana begitu terjadi kedekatan emosional, maka kemarahan, ketidak puasan, dan pefectsionisme mulai muncul untuk menutupi ketakutan akan masa depan hubungan emosionalnya.
Banyak orang berasumsi bahwa dengan menggunakan topeng, orang lain tidak bisa menembus perasaan yang sebenarnya, akan tetapi justru sebaliknya, bahwa kadang-kadang untuk orang yang "sudah terlanjur dekat" dan mengerti "siapa Anda" topeng justru mengungkap persoalan sebenarnya, bahkan lebih jelas dari Anda sendiri mengungkapkannya, karena sisi negatif dari memakai topeng adalah mencegah Anda untuk mengenali diri Anda sendiri, karena kesibukan Anda untuk menyangkal adanya luka Anda sendiri, ibarat burung onta yang suka menyembunyikan kepalanya di pasir, ia mengira tidak ada orang yang dapat melihatnya, hanya karena ia sendiri tidak dapat melihat orang-orang lain itu.
Bila Anda mengembangkan topeng yang sangat "tebal", maka hambatan komunikasi akan mulai terjadi, orang tidak berbicara langsung ke dalam qolbu Anda, tetapi orang berbicara dengan topeng anda, bila dirunut dengan diagram, maka qolbu <-> topeng <--> topeng (oranglain) <-> qolbu, jadi pada intinya tidak ada keterbukaan, tidak ada kebebasan dalam bicara dan berkomunikasi, semua serba formal, semua serba diatur sesuai dengan topeng yang kita pakai (dan dengan kekhawatiran adanya kesalahan persepsi terhadap makna pembicaraan yang tidak sesuai dengan jenis topeng yang sedang dipakai tentunya.)
Kalau suatu saat anda ditanya, kapan anda mempunyai hubungan emosi dengan seseorang tanpa memakai topeng ….?, masih ingatkah anda kapan terakhir kali bicara dengan seseorang dengan bebas, tanpa ada rasa takut, tanpa ada hal yang perlu disembunyikan ….?, tanpa ada batasan, tanpa ada sandiwara, karena anda merasa bahwa orang itu tau betul bagaimana anda, demikian juga sebaliknya anda juga tau betul siapa dia …?, mungkin sudah lama sekali ya ………. atau baru beberapa bulan lalu.
Untuk anda yang belum terbiasa menggunakan topeng, mungkin anda perlu berfikir kembali kenapa kita harus memulainya sekarang ……,
Untuk yang mempunyai stok topeng banyak, anda harus mulai membuang satu-demi-satu topeng-topeng itu, karena topeng tidak banyak bermanfaat untuk anda, bahkan untuk kemajuan jiwa, pikiran, qolbu dan kehidupan anda ……………. karena topeng hanya membuat anda lebih munafikun, dan tiga ciri orang munafik adalah :
1. bila dipercaya dia hianat;
2. bila berkata dia bohong;
3. bila berjanji dia ingkar (meremehkan dan/atau tidak menepatinya).
Semoga kita selalu berada dijalan yang haq.
Bengkulu, 7 april 2007
14 April, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment