“Hapuskanlah Amarah, lupakanlah ketergelinciran orang lain, maafkanlah kesalahannya, maklumilah kelalaiannya hilangkanlah keburukannya, kuburlah segala kekurangan mereka supaya Anda menjadi orang yang tidak dibebani oleh keburukan orang lain”
Saat kita mendapatkan kegagalan dalam membangun suatu hubungan, baik hubungan pribadi maupun bisnis, maka pada saat itu pula terbentuk kesadaran bahwa sedikit sekali di dunia ini orang yang dapat dipercaya.
Kepercayaan pada seseorang terbentuk seperti sebuah puzle, keping demi keping disusun, setahap demi setahap dibentuk untuk kemudian mau atau tidak dievaluasi dalam setiap kejadian, keping demi keping kepercayaan pada akhirnya akan mendekatkan orang yang satu dengan orang yang lainnya dalam satu kesepakatan, dalam satu komitmen untuk saling menjaga “to care each other” untuk saling berjalan bersama, berdampingan baik dalam susah maupun senang.
Lalu pada saat sebuah kepercayaan hilang, sebuah kepercayaan “dihancurkan” dan sebuah kepercayaan tidak lagi dihargai oleh salah satu pihak, maka akan mulai timbul distorsi pada hubungan orang yang satu dengan yang lainnya.
Sebuah hadist mengatakan bahwa salah satu sifat orang munafik adalah apabila diberi amanah dia berhianat, bila bersumpah maka itu sumpah palsu, sedangkan bila berjanji dia ingkar, dengan kata lain, tingkah laku, pengelolaan kepercayaan orang lain dan kapabilitas pribadi adalah indikator utama, komitmen seseorang pada kualitas hidupnya, seseorang tidak mungkin mengklaim untuk mencoba hidup dengan lebih baik apabila tidak pernah dapat menentukan komitmen, arah dan tujuan dalam hidupnya, seperti sebuah layang-layang di udara, seseorang tanpa komitmen akan terbang diterpa angin, kadang ke kiri, kadang ke kanan.
As Shaft : 3 mengatakan bahwa :”Amat besar kebencian di sisi ALLAH bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” dengan kata lain ALLAH membenci setiap orang yang hanya “OM-DO”, alias omong doang apalagi bila hal itu dilakukan seseorang untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.
Pada akhirnya kepercayaan adalah sebuah tanggung jawab, sebuah amanah yang akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di kemudian hari.
Semoga kita bisa menjadi orang yang dapat memegang amanah dan tidak mengecewakan orang yang telah memberikan kepercayaan pada kita…….. Amien
15/01/2007
16 January, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment